Mon. May 25th, 2020

Majalah Wisata

News | Travel | Experience

Jajanan Tradisional Yang Selalu Ada Di Setiap Hari Raya di Bali

2 min read

Di Bali terdapat beberapa hari raya yang diperingati baik itu setiap tahun, 6 bulan, dll. Beberapa hari raya memiliki maknanya masing-masing dengan keunikannya. Masyarakat di Bali terutama bagi umat hindu biasanya merayakannya dengan bersembahyang ke pura baik itu dengan keluarga ataupun teman mereka. Tak cuma bersembahyang di Pura. Di tengah-tengah rangkaian perayaan, ada sejumlah makanan yang hampir selalu ada pada setiap perayaan. Berikut beberapa jajanan tradisional yang ada di setiap perayaan hari raya :

1. Cerorot

Cerorot adalah sebuah jajanan kue basah yang paling disukai, karena memiliki rasa yang manis dan bentuknya yang unik. Cerorot berbentuk memanjang seperti kerucut dan dibuat dari cetakan kulit ental.

2. Jaja Apem

Jaja Apen dibuat dari adonan tepung beras yang difermentasi dengan tape singkong dan air kelapa. Setelah itu, adonan dicetak pada daun pisang yang dibuat kerucut dan dikukus hingga matang.

3. Entil

Entil ini sejenis ketupat yang dibuat dari beras dan dibungkus daun lalu diikat dengan bambu. Entil ini sejenis ketupat yang dibuat dari beras dan dibungkus daun lalu diikat dengan bambu. Pada zaman dahulu, Entil menjadi menu utama pada Hari Raya Nyepi, pada pada saat Nyepi tidak diperbolehkan untuk menyalakan api.

4. Pulung Nyepi

Pulung Nyepi terbuat dari bahan tepung beras yang dicampur dengan tepung kanji lalu dikukus. Setelah matang Pulung Nyepi disajikan dengan parutan kelapa muda di atasnya.

5. Jaja Kaliadrem

Jaja kaliadrem merupakan pelengkap Hari Raya Galungan yang bercita rasa manis menyerupai roti goreng. Bila dilihat lebih seksama, salah satu ciri khas kue berbentuk segitiga ini adalah adanya tiga lubang yang berada di tengah kue.

Proses pembuatan kue ini terbilang masih sangat tradisional. Sebelum diolah, beras sebagai bahan utama jaja kaliadrem akan ditumbuk hingga menjadi tepung lalu dicampur dengan gula merah, kelapa parut, dan sedikit air. Setelah itu, adonan yang telah dibentuk segitiga akan digoreng hingga warnanya berubah kecokelatan.

6. Jaje Uli

Jajanan pasar ini biasanya disajikan bersama tambahan tape ketan bercita rasa asam manis sebagai hidangan penutup usai merayakan Galungan. Jaja uli sendiri terbuat dari ketan yang dikukus lalu dipotong kotak. Namun ada juga variasi jaja uli kering yang bertekstur renyah menyerupai opak. Dalam tradisi masyarakat Hindu di Bali, jaja uli biasanya dibuat oleh para perempuan untuk dipersembahkan kepada leluhur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.