Fri. Jan 24th, 2020

Majalah Wisata

News | Travel | Experience

Ni Ketut Arik Wijayanti – Pesona Kecantikan Tata Rias Bagaikan Cahaya

3 min read

Merias wajah bukan hal yang baru, karena sejak ribuan tahun yang lalu sudah dikenal dan diterapkan khususnya oleh kaum wanita. Di zaman modern seperti sekarang ini konsep cantik dengan make up telah bergeser menjadi cantik dengan memiliki tubuh yang sehat, berpenampilan cantik, menarik serta tampil muda. Konsep ini yang kemudian diadaptasi oleh Cahya Dewi Bridal, Spa, & Salon dan menjadi salah satu salon yang menyediakan produk treatment terlengkap dengan kualitas yang memuaskan dan harga terjangkau .

Tentu ini menjadi angin segar bagi wanita yang ingin memanjakan diri, terutama bagi mereka yang sedang menantikan detik-detik moment pernikahan mereka. Ni Ketut Arik wijayanti lahir di desa kapal, Mengwi, Badung 3 Mei 1987 dari pasangan I Ketut Wija (Alm) dan Ni Made Mawar. Wanita yang akrab dipanggil Arik ini adalah Anak keempat dari empat bersaudara. I Ketut Wija sehari – harinya menjadi seorang pemangku di salah satu pura yang berada di desanya, sementara Ni made Mawar hanyalah seorang ibu rumah tangga dan sesekali ikut membantu sang suami ketika ngayah di pura.

Memasuki masa sekolah, Arik wijayanti bersekolah di SD 10 Kapal. Rumahnya yang berdampingan dengan pura menumbuhkan kecintaan Arik Wijayanti terhadap seni yakni seni tari, karena seringnya Arik Wijayanti menari di pura untuk ngayah. Setelah berhasil menamatkan pendidikan sekolah dasarnya, Arik Wijayanti kemudian bersekolah di SMP 2 Mengwi. Tak pernah terbayangkan sebelumnya di masa sekolah menengah pertama inilah ia harus kehilangan figur seorang ayah. Dirundung duka yang teramat dalam, Arik Wijayanti dan keluarga pun harus menerima kenyataan rumah yang selama ini mereka tempati turun temurun tidak dapat mereka tinggali lagi akibat perluasan lahan pura.

Mereka tidak habis pikir, apa yang mereka perbuat sehingga mereka diperlakukan seperti ini. Tanpa uang dan hanya dengan sehelai baju yang mereka kenakan, mereka pergi ke Denpasar dan memutuskan untuk menumpang di rumah paman. Sesampainya di Denpasar, Arik Wijayanti melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 6 Denpasar. Setelah berapa lama akhirnya sang kakak mampu membeli rumah yang kemudian ikut ditempati oleh ibu dan Arik Wijayanti. Walaupun hidup di tengah keterbatasan, Arik Wijayanti mampu membuktikan bahwa keterbatasan itu bukan halangan untuk meraih prestasi. Arik Wijayanti mampu lulus dengan nilai yang memuaskan dan diterima di Universitas Udayana jurusan Ekonomi Managemen.

Arik Wijayanti tidak bercita – cita terlalu tinggi, yang ada di dalam benaknya saat itu bagaimana ia bisa mandiri. Meskipun semua kebutuhan Arik Wijayanti dapat dipenuhi oleh kakaknya, namun perasaan tidak enak selalu saja mengingat sang kakak yang juga telah berkeluarga. Arik Wijayanti pun mengawali karirnya sebagai seorang model dengan hasil yang lumayan untuk membeli kebutuhannya, sesekali Arik Wijayanti turut membantu kakak yang memiliki usaha restoran dan spa di bandara.

Memang sejak sepeninggal sang ayah, kakaknya lah yang menjadi sosok panutan untuk Arik Wijayanti. Arik Wijayanti pun percaya bila kakak bisa mengapa ia tidak bisa. Tak disangka di masa inilah Arik Wijayanti bertemu dengan pujaan hatinya, Gede Andika Paramartha pemuda yang ia temui ketika sama – sama menuntut ilmu. Setelah berapa lama menjalin kasih, meski diumur yang sangat belia Arik Wijayanti dengan mantap menerima pinangan Gede Andika Paramartha. Mereka akhirnya resmi menikah pada 10 Desember 2008 dan telah dikaruniai dua putra dan seorang putri.

Setelah resmi menikah, Arik Wijayanti tidak ingin hanya berdiam diri dan menjadi ibu rumah tangga saja. Kecintaannya terhadap make up atau tata rias membuat Arik Wijayanti memilih untuk mempelajari tata rias secara formal dengan mengikuti sejumlah kursus kecantikan seperti Rudy Hadysuwarno. Berhasil mendapatkan gelar diploma, barulah Arik Wijayanti berani untuk mulai menawarkan jasa rias dengan nama Cahya Dewi. Awalnya Arik Wijayanti hanya merias keluarga dan teman – teman dekat. Berkat kealiannya dalam tata rias semakin banyak yang ingin wajahnya di rias di Cahya Dewi Salon.

Semua permintaan tata rias ditangani sendiri oleh Arik Wijayanti, bahkan usaha jasanya tersebut sebatas berkantor di rumahnya. Meskipun harus bangun di pagi – pagi buta untuk bekerja, namun tidak pernah membuat Arik Wijayanti kehilangan semangatnya semua itu ia jalani dengan penuh suka cita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.