Mon. Apr 6th, 2020

Majalah Wisata

News | Travel | Experience

STRATEGI DAN INOVASI DALAM MEMBANGUN EKSISTENSI

3 min read

“Secara umum kita mengetahui bahwa hubungan industri Guest House dengan pariwisata saling berkaitan erat. Ini tak lepas dari fakta bahwa industri Guest House menjadi salah satu tulang punggung yang mendukung pembangunan sektor pariwisata”

Banyak sekali kontribusi industri Guest House yang berimplikasi pada perkembangan pariwisata khususnya di Bali. Guest House tentu menjadi tolak ukur keberhasilan suatu daerah dalam mempromosikan atau mengundang para wisatawan untuk datang ke daerah tersebut. Hal itu juga yang  menjadi salah satu faktor meningkatknya persaingan bisnis pada industri ini. Membuat setiap lini di dalamnya harus berpacu cepat mengembangkan konsep yang di tawarkan.

Hal yang sama juga mendorong salah satu pengusaha Guest House Bali bernama Ni Luh Rani Dewi untuk terus bergerak maju menciptakan hal-hal yang inovatif dan kreatif agar tetap bisa bersaing di pasarnya. Menggeluti bisnisnya sejak tahun 2016 dengan Guest House bernama ‘The Kutaya’ yang terletak kawasan Kuta,  ia pun mengusung konsep full service dilengkapi dengan fasilitas layanan yang berkelas, membuat Guest House miliknya semakin bersaing dan di rekomendasikan para pelanggan lokal hingga mancanegara.

Tentu ada kerja keras di balik orang yang berhasil mencapai kesuksesan. Ni Luh Rani Dewi pun juga merasakan pahit getir yang mengiringi perjalanan awalnya dalam mengelola bisnis Guest House ini. Dimana ia harus berhadapan dengan banyak sekali masalah selama membangun bisnisnya.Dimulai dari persaingan bisnis yang ketat, hingga properti yang rusak saat tamu bermalam, namun dengan learn by the time dan mental pantang menyerah ia pun mulai memahami ritme jalannya bisnis ini, sehingga dengan kerja keras dan strategi pemasaran yang baik, dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun ia sudah bisa berhasil menyeimbangkan kemudi bisnisnya dan melesat cepat mengembangkan ‘The Kutaya’ hingga menjadi pilihan central para tamu yang ingin berkunjung ke Bali, apalagi jika para wisatawan menjadikan kawasan Kuta sebagai titik destinasinya.

Sebagai pebisnis Ni Luh Rani Dewi sadar akan selalu ada iklim pasang surut dalam pergelutan bisnis pariwisata tersebut. Faktor itu juga yang membuatnya harus terus berjalan menaikan kualitas dan fasilitas Guest House-nya, agar dapat memenuhi kebutuhan para pelanggannya dan bersaing dengan hotel-hotel yang sudah lama berdiri. Ketakutan, masalah dan krisis yang kerap menjadi hantu bagi para pelaku bisnis, menurutnya bisa diatasi dengan cara membangun ketahanan diri, karena hal itu terbukti membuat bisnisnya tumbuh dan memiliki visi yang lebih baik ke depannya, sehingga dengan itu juga ia dapat terus tajam melihat peluang dalam tiap krisis yang ada. 

Dalam mengelola bisnis Ni Luh Rani Dewi mengaku, hal terpenting yang terus di optimalkannya adalah menjaga dan mempertahankan nilai yang dapat memperkaya pengalaman para pelanggannya, dengan itu pengembangan-pengembangan komunitas dapat terbentuk dan menghasilkan integritas. Hingga sekarang  ‘The Kutaya’ miliknya dapat meraih kesuksesan di tengah derasnya ekspansi bisnis yang ada. Terletak di lokasi yang strategis, ‘The Kutaya’ hanya berjarak 15 menit menjangkau Pantai Kuta dan pusat oleh-oleh, membuatnya semakin menjadi pilihan para wisatawan untuk menginap, bersantap dan berbelanja.

Pariwisata Bali yang terus berkembang membuat para pengusahanya semakin berlomba-lomba menciptakan inovasi. Kebudayaan Bali yang kaya juga membuat para pengunjungnya tak henti-henti merekomendasikan Bali sebagai destinasi kunjungan wisata. Bicara soal budaya, tentu Bali tidak akan pernah ada habis keragamannya, mulai dari agama, suku, etnis, tarian dan masih banyak lagi adat istiadatnya. Hal itu juga yang menurut Ni Luh Rani Dewi menjadi daya tarik orisinil yang membuat Bali terus menarik perhatian dunia. Dengan menyadari unsur budaya yang menjadi garda depan gejolak industri pariwisata di Bali, maka sebagai putri asli tanah dewata, iapun tak segan mengenalkan dan mempertahankan budaya di tanah kelahirannya.

Dengan semua kesuksesan yang telah di raihnya saat ini, iapun berharap apa yang telah di bangunnya dapat menjadi investasi untuk anak-anaknya kelak,agar dapat mengembangkan bisnis ini lebih luas lagi. Dan sebagai ibu, Ni Luh Rani Dewi pun sangat memfokuskan dunia pendidikan anak-anaknya, sehingga dengan itu generasi penerusnya dapat memiliki pengetahuan dan kesanggupan untuk menata hidup, menata diri dan alam, juga menata sejarah dan kebudayaan untuk masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.